Baca Klasik

Sastra Klasik itu Asyik!

[Review] Quo Vadis?

Surgabukuku

quo vadis

“Tanamlah air mata, supaya kelak kalian menuai kegembiraan.

Mengapa kalian harus gemetar menghadapi kuasa kejahatan? Jauh di atas sana Tuhan bersemayam, sebagaimana Dia bersemayam di dalam hatimu.

Parit boleh penuh dengan mayatmu, tapi kaulah nanti yang akan memperoleh kemenangan.”

– hal. 389

Quo Vadis? mengetengahkan Kerajaan Romawi dibawah pemerintahan Nero, sekitar 34 tahun setelah kematian Kristus. Kehidupan para bangsawan Romawi pada masa itu penuh pesta pora dan kecabulan, mereka menyembah dewa-dewa yang tak terhitung banyaknya, bahkan Nero sendiri pun disebut dewa. Yang hari ini kita sebut dengan “asal bapak senang”, demikianlah rakyat Romawi pada masa itu. Mereka menyanjung-nyanjung sang Caesar walaupun sebenarnya amat membencinya, mereka menantikan saat-saat Nero bertandang ke kota mereka, karena itu berarti pertunjukan dan pembagian gandum. Nero atau Ahenobarbus (si ‘Janggut Perunggu’) sendiri adalah pelawak gendut yang gila, pengecut dan berhati keji.

Kisah dibuka dengan seorang bangsawan, Petronius, yang dikenal sebagai sang Penilai Keindahan dan kesayangan Nero…

Lihat pos aslinya 527 kata lagi

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: