Baca Klasik

Sastra Klasik itu Asyik!

[Review] Wuthering Heights

Surgabukuku

“Catherine Earnshaw, semoga kau tak pernah beristirahat selama aku hidup!

Kau berkata aku membunuhmu – hantui aku, kalau begitu! Bersamalah denganku selalu – ambillah bentuk apa saja – buat aku gila! Tapi jangan tinggalkan aku dalam jurang ini, di mana aku tak bisa menemukanmu! Oh Tuhan! Sakitnya tak terkatakan!

Aku tak bisa hidup tanpa hidupku! Aku tak bisa hidup tanpa jiwaku!”


Cinta bisa bikin orang jadi gila, begitu kata sebagian orang. Saya mau tak mau setuju dengan pernyataan ini setelah selesai membaca Wuthering Heights karya Emily Brontë.

Adalah Heathcliff, seorang anak gipsi yang dipungut Mr. Earnshaw tua dalam perjalanan pulangnya dari Liverpool ke rumahnya, Wuthering Heights, serta Catherine, anak perempuan Mr. Earnshaw, yang menjadi tokoh sentral dalam cerita ini.

Heathcliff dan Catherine tumbuh menjadi sepasang sahabat kental, walaupun mendapat tantangan dari Hindley, kakak Catherine, yang mencemburui Heathcliff oleh karena ayahnya cenderung lebih menyayangi Heathcliff ketimbang dirinya. Catherine kecil juga berteman…

Lihat pos aslinya 745 kata lagi

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: