Baca Klasik

Sastra Klasik itu Asyik!

[Review] Si Cantik dari Notre Dame

Surgabukuku

“Atau, bisa dikatakan, semua saling menghancurkan melalui perjalanan nasib yang tak dapat dijelaskan…”

Paris, Januari 1482. Perayaan hari Epifani yang diadakan bersamaan dengan Festival Kaum Dungu di alun-alun Paris berlangsung dengan meriah. Hampir semua penduduk Paris larut dalam euforia yang aneh, kecuali mungkin sang penyair dan filsuf Pierre Gringoire, yang pementasan dramanya terganggu dengan kedatangan Kardinal dan rombongannya. Kemudian ada seorang gadis gipsi cantik yang menari dengan lincah di jalan, seekor kambing berbaring di permadani di sudut di dekatnya. Gadis luar biasa ini bernama La Esmeralda. Rombongan orang yang menontonnya ternganga oleh kecantikan dan kelincahan kakinya yang anggun, termasuk sang wakil uskup dari Katedral Notre Dame, Dom Claude Frollo. Ia begitu asyik mengamati si gadis menari, sesuatu yang tak patut dilakukan oleh seseorang yang telah bersumpah untuk hidup selibat.

Di saat yang sama, ada Quasimodo, si bungkuk buruk rupa yang adalah pemukul lonceng gereja Notre Dame. Quasimodo dipungut oleh Claude…

Lihat pos aslinya 687 kata lagi

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: