Baca Klasik

Sastra Klasik itu Asyik!

The Great Gatsby

Impian dan kenyataan. Di manakah seharusnya kita berpijak? Menurutku kita seharusnya menempatkan satu kaki pada pijakan yang pertama dan satu kaki lagi di pijakan lainnya. Hidup kita tidak akan stabil bila kita hanya menumpukan diri pada salah satu pijakan saja. The Great Gatsby adalah kisah tentang impian. Impian seorang pria bernama Gatsby untuk mempersunting gadis pujaannya yang kaya raya, sekaligus impian Amerika—sebagai negara dan pribadi—untuk melesat menuju kemajuan setelah lepas dari Perang Dunia I. Dan F. Scott Fitzgerald telah menganyamnya dengan cantik lewat buku ini.

The Great Gatsby dikisahkan dari sudut pandang Nick Carraway yang menjadi naratornya. Nick adalah pria muda yang setelah bergabung dalam perang, memutuskan untuk mencoba terjun dalam bisnis obligasi yang mulai bergiat setelah usai perang. Nick membeli rumah di West Egg (salah satu bagian pulau kecil yang berbentuk mirip telur di timur New York, yang dipisahkan oleh teluk dengan pulau satunya yang disebut East Egg), tepat di sebelah loji (mansion) milik seorang pria misterius bernama Gatsby. Di awal kisah, Fitzgerald—lewat Nick—telah mengingatkan kita untuk tidak menilai seseorang hanya dengan prasangka kita semata, karena dengan begitu kita akan gagal melihat yang sebenarnya.


“Setiap kali kamu ingin mengkritik seseorang, ingatlah bahwa semua orang di dunia ini tidak memiliki kelebihan seperti yang kamu miliki.” ~hlm. 7.

Penilaian awal Nick terhadap Gatsby tak terlalu baik. Suatu malam setelah pulang dari kunjungannya ke sepupunya Daisy dan suaminya Tom Buchanan di East Egg, Nick mendapati sesosok pria berdiri dalam gelap memandang ke seberang teluk, tepatnya ke sebuah cahaya kecil berwarna hijau di ujung dermaga. Misterius…itulah kurasa kesan pertama Nick terhadap tetangganya. Kesan kedua muncul ketika Mr. Gatsby mengundangnya ke pesta dansa di mansionnya, hanya dengan selembar undangan yang dikirimkan sopirnya. Nick mungkin saja merasa kecongkakan Gatsby yang tak mau menyambut sendiri tamunya, meski pada akhirnya ia mendapati bahwa Gatsby cukup menghargai dirinya.

Di pesta itu juga bergulir gosip-gosip tentang jatidiri Gatsby yang misterius. Semua bergunjing siapa sebenarnya Gatsby—lulusan Oxford atau bukan, bisnisnya legal atau illegal, dan pernah atau tidak ia membunuh seseorang. Seperti biasa, gunjingan itu berasal dari mereka yang hanya mengenal Gatsby hanya sebatas sebagai tuan rumah pesta yang mewah.

Kedekatan Nick dan Gatsby dimulai ketika melalui Jordan—wanita atlet golf yang menawan hati Nick—Gatsby ingin meminta bantuan pribadi Nick. Dari Jordan pula Nick mengetahui bahwa Jay Gatsby adalah kekasih masa muda Daisy Buchanan sepupu Nick. Lima tahun telah berlalu, opsir muda miskin itu telah menjelma menjadi jutawan penuh pesona, dan kini Gatsby siap merengkuh impiannya untuk menggenggam kembali hati Daisy. Satu-satunya alasan Gatsby membeli mansion di West Egg adalah untuk mendekat ke Daisy. Gatsby minta tolong Nick untuk mengundang Daisy ke acara minum teh di rumah Nick untuk dapat kembali meraih cintanya.

Di titik ini Nick mulai dapat mengurai masa lalu misterius Gatsby. Ia dulu pernah berperang—seperti Nick, dan saat itulah Gatsby bertemu dan jatuh cinta pada Daisy yang putri orang kaya. Setelah perang usai, Daisy masih belum tahu bahwa Gatsby sesungguhnya miskin—berbeda dari kesan yang didapat Daisy. Karena sadar tak akan mampu memiliki Daisy, Gatsby pun pergi untuk melakukan apapun demi meraih impian menjadi kaya dan hidup dalam keindahan yang ia lihat pada diri orang-orang kaya baru (OKB) saat itu. Ketekunan dan ambisinya membawa Gatsby selangkah demi selangkah ke dunia bisnis, yang—meski mungkin tidak sepenuhnya legal—akhirnya membawa Gatsby kepada kekayaan lima tahun kemudian.

Di sisi lain, Daisy yang bosan menunggu Gatsby akhirnya menikah dengan Tom Buchanan. Hanya untuk menemukan bahwa suaminya pria yang arogan dan tidak setia, karena ia hampir secara terang-terangan memiliki affair dengan wanita lain. Bahkan Tom suka bertindak kasar kepada Daisy maupun WIL-nya yang bernama Myrtle. Dengan vulgarnya, Tom juga memperkenalkan Myrtle pada Nick. Lalu suatu hari terjadilah dua insiden berturut-turut yang akhirnya mengubah penilaian Nick selamanya terhadap Tom, Daisy dan Jordan di satu sisi, dan Gatsby di sisi lainnya.

Ketika hubungan Daisy dan Gatsby yang kembali menghangat tercium oleh Tom, mereka berlima berjalan-jalan ke kota dengan 2 mobil untuk mendinginkan diri. Di sanalah Tom mulai menekan Gatsby dengan membeberkan hal-hal negatif tentang dirinya, dan dibalas Gatsby dengan mengatakan bahwa Daisy akan pergi dari Tom untuk hidup bersama Gatsby. Lalu dalam perjalanan pulang, sebelum tiba di rumah, salah satu mobil mereka menabrak seorang wanita hingga meninggal.

Dari insiden itulah akhirnya Nick dapat menilai mereka semua dengan sebenar-benarnya. Dan di sini penilaian negatif Nick terhadap Gatsby berubah sepenuhnya menjadi positif.


“Mereka itu sekumpulan manusia busuk. Sekalipun mereka semua disatukan, kau tetap lebih layak daripada mereka.” ~hlm. 235. Sebuah pujian yang diberikan Nick kepada Gatsby.

Selain mengulas tentang gaya hidup hedonis para OKB di Amerika setelah perang, Fitzgerald dalam gaya penulisan yang atraktif ini, juga mengarahkan perhatian kita pada degradasi moral mereka yang hanya fokus pada kesejahteraan mereka sendiri dan mengabaikan orang lain. Tentu saja, Fitzgerald juga menyinggung tentang impian. Impian Amerika saat itu terwakili oleh impian Gatsby. Bermimpi adalah hal yang positif, karena bermimpi akan membuat kita mampu mencapai kenyataan yang lebih baik, selama kita tetap menyadari batas antara impian dan kenyataan.

“Esok kita akan berlari lebih cepat, merentangkan tangan lebih lebar… Dan pada suatu pagi yang indah—… Jadi kita terus bergerak, maju melawan arus, pantang surut ke masa lalu.” ~hlm. 276.

The Great Gatsby adalah sebuah kisah indah yang mengesankan, dengan ending yang mengejutkan. Walau diawali dengan agak bertele-tele, namun setelah kita menamatkannya, barulah kita akan mengerti bagaimana kita harus melihat dan menilai mengapa Gatsby dianggap “great” dalam judul buku ini, juga nilai-nilai apa yang akan tertanam di benak kita lama setelah kita menutup lembar terakhir buku ini.

Lima bintang untuk The Great Gatsby, the great novel!

Judul: The Great Gatsby
Penulis: F. Scott Fitzgerald
Penerjemah: Sri Noor Verawaty
Penerbit: Serambi
Terbit: Oktober 2010
Tebal: 286 hlm

Conclusion:

I didn’t expected to like this book, as I have read it years ago and couldn’t enjoy it. Perhaps it’s because of the translation. Anyway, I reread it, and this time I like it very much. The Great Gatsby isn’t just about the Jazz Age (as Fitzi called it), but also about love, trust, betrayal and morality. What I like most is how Fitzi wrote it, which encouraged me to read his other works. I also agree with him with the title: The Great Gatsby. Despite of his illegal business, Gatsby has a great personality, especially when compared to the Buchanan couple..

Oleh: Fanda
Posting asli di sini.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: