Baca Klasik

Sastra Klasik itu Asyik!

[Review] The Bridge of San Luis Rey

Surgabukuku

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah Firman TUHAN.

Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:8-9)

Siapakah dari umat manusia yang mengetahui rencana Tuhan, dan memahami rancangan-rancangan-Nya? Ketika sesuatu yang buruk terjadi, bukankah kita bertanya, “Mengapa?” “Mengapa hal ini terjadi?” “Mengapa hal itu menimpa kami?”, atau “Mengapa hal ini menimpa mereka?”

Pertanyaan yang sama terpatri di benak Brother Juniper, seorang biarawan Fransiskan, setelah peristiwa putusnya jembatan gantung San Luis Rey di Peru yang terkenal. Adapun jembatan gantung yang menghubungkan kota Lima dan Cuzco tersebut ditenun oleh peradaban suku Inca dari abad yang telah berlalu, dan masih dilewati ratusan orang setiap harinya, sampai hari nahas itu tiba.

Pada siang hari, tanggal 20 Juli 1714, jembatan gantung San Luis Rey putus dan melemparkan lima orang ke dalam jurang di bawahnya. Peristiwa ini menggugah masyarakat Lima begitu rupa dan mengusik hati Brother…

Lihat pos aslinya 742 kata lagi

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: