Baca Klasik

Sastra Klasik itu Asyik!

[Review] Little Lord Fauntleroy, by Frances Hodgson Burnett

Surgabukuku

[Conclusion in English at the bottom of the post]

Bagai ketiban durian runtuh. Itulah yang dialami Cedric Errol, bocah laki-laki berusia tujuh tahun yang harus kehilangan ayahnya di usia yang sangat muda. Suatu hari, si kecil Cedric yang hidup pas-pasan  bersama ibunya (yang dipanggil oleh Cedric dengan sebutan “Dearest”) dikagetkan dengan kedatangan seorang pengacara, Mr. Havisham, yang mengabarkan bahwa Cedric adalah Lord Fauntleroy, pewaris tunggal Earl of Dorincourt, bangsawan Inggris yang kaya raya.

Memang ayah Ceddie kecil, Kapten Cedric Errol Sr., adalah putra termuda sang Earl, namun karena sang Kapten memiliki dua orang kakak lelaki, dan karena keputusannya untuk menikahi seorang perempuan Amerika yang memancing kemarahan ayahnya, maka sang Kapten pun tidak beroleh bagian apa-apa dari kekayaan sang Earl. Namun ketika ketiga putranya meninggal dunia, sang Earl pun tidak mempunyai pilihan selain memanggil Ceddie kecil dan membawanya ke Dorincourt Castle untuk dididik menjadi penerusnya.

Ceddie harus berhadapan dengan sang kakek…

Lihat pos aslinya 664 kata lagi

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: