Baca Klasik

Sastra Klasik itu Asyik!

Review Pilihan BK Minggu Ini: Animal Farm oleh George Orwell

animal farm

Oleh Review Buku

Sebuah rejim, bagaimanapun sempurnanya, tidak akan pernah terlepas dari kritik. Tidak ada satupun kebijakan penguasa yang dapat memuaskan semua pihak. Dari keadaan semacam inilah muncul kritikan. Kritik juga merupakan sarana agar penguasa tetap berjalan pada “rel” yang benar. Namun mengkritik penguasa tiran bukanlah sebuah perkara mudah. Alih – alih mengubah perilaku penguasa, kritikan itu bisa membawa malapetaka bagi pengritik.
Sejak dulu para sastrawan melakukan kritikan terhadap penguasa menggunakan cara mereka sendiri, melalui karya sastra. Mereka menyamarkan kritikan melalui karya – karya sastra agar tidak terjadi perlawanan dari penguasa. Yang dengan demikian, tidak hanya akan menyelamatkan si sastrawan dari ancaman pembunuhan atau penculikan tetapi juga akan dapat memberikan ruang bagi karya sastra mereka agar dapat dibaca dan menyadarkan banyak orang. Novel George Orwell ini adalah karya sastra yang semacam itu.
Dikisahkan, seekor babi yang dihormati di Pertanian Manor, Mayor tua, berpidato pada binatang – binatang lainnya. Dalam pidatonya, Mayor tua mengajak para binatang untuk memberontak kepada manusia karena manusia telah mengeksploitasi dan menyengsarakan mereka. Pidato yang mengesankan ini sangat berpengaruh. Bahkan setelah Mayor tua mati.
Cita – cita Mayor tua diteruskan oleh babi juga karena babi dianggap binatang yang paling cerdas diantara yang lain. Dari babi – babi yang ada ada tiga yang paling menonjol. Snowball yang paling cerdas, lalu Napoleon yang berkarakter kuat serta Squealer yang ahli berdiplomasi. Suatu kali, ransum makanan mereka terlambat diberikan oleh para pekerja di Peternakan Manor milik Tua Jones itu. Amarah mereka tersulut, secara bersama – sama, mereka menyerang Tuan Jones dan keluarganya serta para pekerjanya. Manusia – manusia ini ketakutan dan mereka pergi dengan terpaksa dari Peternakan. Sejak saat itulah Peternakan Manor dikuasai oleh para binatang dan diubah namanya menjadi Peternakan Binatang. Namun apakah kemerdekaan binatang – binatang ini menjadi jaminan kesejahteraan mereka?
Orwell mencela habis – habisan korupsi, manipulasi dan ketidaksetaraan dalam novel ini. Korupsi digambarkan Orwell dengan hilangnya beberapa ember susu yang baru diperah dari sapi di peternakan. Manipulasi dilukiskan Orwell dengan terus diubahnya Tujuh Perintah, secara diam – diam, untuk melegalkan tindakan mereka yang menganggap dirinya paling mulia karena bekerja dengan otak. Dan ketidaksetaraan dicela dengan kalimat berikut:  “Sekarang mereka tidak lagi duduk bersama – sama, seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya.” (hal. 86)
Mengapa babi yang menjadi tokoh utama dari novel Orwell ini? Menurut saya, karena babi adalah binatang yang paling rakus diantara binatang lain. Ketamakan adalah ibu dari lahirnya penguasa tiran. Karena ketamakan, lawan – lawan politik disingkirkan (hal. 81). Karena ketamakan itu pula data dimanipulasi (hal. 137). Data – data itu dimanipulasi untuk dua tujuan. Pertama, untuk menghibur rakyat bahwa sebenarnya mereka baik – baik saja. Kedua, untuk kepentingan politik luar negeri (hal. 114)
Menurut saya, Orwell menyindir dengan cukup “wah” di buku yang tipis ini. Ia mengkritik manusia dengan menggunakan binatang sebagai gambaran. Namun binatang yang digunakan untuk mengkritik perilaku manusia secara halus itu muncul justru setelah mereka menyerang dan mengusir manusia (Tuan Jones). Apakah keikutsertaan manusia di novel ini disengaja oleh penulis sebagai sindiran? Bahwa jika tidak bermoral, sebenarnya manusia tidak jauh beda dengan binatang? Hanya penulis yang tahu. Yang jelas penulis mengakhiri kisahnya dengan kalimat yang cukup menohok: “…tapi sudah tidak mungkin lagi untuk membedakan mana yang satu dan manakah yang lain.”
Informasi Buku:
Buku 40
Judul: Animal Farm
Penulis: George Orwell
Penerjemah: J. Fransisca
Penerbit:  Fresh Book, 2006
Tebal:  207 halaman
Cetakan:  II

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: