Baca Klasik

Sastra Klasik itu Asyik!

Review Pilihan BK Minggu Ini: The Secret Garden oleh Frances Hodgson Burnett

Oleh Annisa M Zahro

 Judul: The Secret Garden: Persahabatan Sejati di Tengah Taman Rahasia
Penulis: Frances Hodgson Burnett
Penerjemah: Rien Chaerani
Penyunting: Nur Aini
Penerbit: Qanita
Jumlah halaman: 460
Cetakan I, Agustus 2009
*Pinjem Mbak Lilis*
Mary Lennox adalah anak yang menyebalkan. Dia berwajah tirus, mungil, bertubuh kecil-kurus, berambut halus-tipis, dan bermuka masam. Ia adalah anak yang tidak diinginkan ibunya. Oleh karena itu, sejak kecil Mary diasuh oleh seorang ayah, yaitu pengasuh anak di India.
Hingga suatu pagi, kolera mewabah di India. Semua orang panik dan melupakan Mary. Kedua orang tuanya meninggal karena kolera. Mary pun dikirim ke rumah pamannya, Archibald Craven, di Misselthwaite Manor. Mary dijemput oleh Mrs. Medlock, wanita yang menurutnya orang paling menyebalkan, dengan wajah menor dan topi halus yang murahan. Mrs. Medlock mendeskripsikan tempat tinggal Mary nanti dengan cukup detil dan diam-diam Mary tertarik tentang rumah itu.
Di rumah paman Craven, dia bertemu dengan Martha, seorang pembantu muda yang berbicara dengan logat yang unik, logat Yorkshire. Dari Martha inilah dia bisa mengenal Dickon, bocah yang sangat bersahabat dengan alam. Dan alam pun seakan begitu menyukainya. Di sana, Mary juga berkenalan dengan seorang lelaki tua bernama Ben Weatherstaff dan burung robin jantan yang sangat cerdas. Hari demi hari kelakuannya membaik, ia mulai merasa lapar dan segar bugar. Akan tetapi, Mary juga beberapa kali mendengar suara tangisan anak kecil di rumah itu. Ketika dia menanyakan hal ini pada orang lain di Misselthwaite Manor, mereka seolah menutupi sesuatu.
Lalu dengan bantuan burung robin, Mary menemukan kunci taman rahasia yang sudah sepuluh tahun tidak diurus. Hari itu juga dia menemukan keberadaan taman rahasia, tentu dengan bantuan si burung robin. Ternyata taman itu tak seluruhnya mati, Mary memutuskan untuk mencabuti rumput dan tanaman liar hingga bermunculan ruang-ruang kosong di sekeliling tunas tanaman yang dilihatnya. Dan di taman itulah Mary bertemu Dickon.
Pada suatu malam, dia tidak bisa tidur, dan tiba-tiba mendengar suara tangisan sedih dari ujung koridor.  Mary segera mencari tahu dari mana suara itu berasal dan suara milik siapakah itu. Dalam waktu singkat dia sudah berada di depan pintu di balik permadani hiasan dinding dan segera mendorong pintu tersebut. Mary menemukan seorang anak laki-laki berwajah mungil dan tirus di dalamnya, kulitnya seputih gading, dan matanya seperti lebih besar dari yang seharusnya. Anak itu bernama Colin, anak laki-laki Mr. Craven. Colin selalu merasa umurnya tidak akan panjang.

Dua bocah laki-laki dan seorang gadis kecil menikmati pemandangan musim semi. Aku jamin akan lebih baik daripada obat-obatan dokter. (Dickon, halaman 254)

Bagaimanakah petualangan Mary, Dickon, dan Colin di dalam taman rahasia? Benarkah Colin tidak akan berumur panjang?
 
Diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga, buku ini dengan jelas mendeskripsikan karakter tiap tokohnya. Karakter tokoh dijelaskan langsung oleh si pencerita dan melalui percakapan antartokohnya, sehingga pembaca tidak perlu repot menganalisisnya. Buku ini diceritakan dengan alur maju, slow pace, sangat menggemaskan bagi orang yang ingin segera mengetahui kelanjutan kisahnya.
Dari sisi penulisan, terdapat kesalahan yang konsisten, yaitu tidak adanya tanda koma (,) sebelum kata “sehingga” dan setelah kata “namun”. Selain itu terdapat beberapa kesalahan penyebutan nama tokoh di dalamnya.
Dalam buku ini terdapat dua logat bahasa, yaitu logat Yorkshire dan logat bahasa yang digunakan secara umum (tidak disebutkan nama logatnya). Sayangnya, perbedaan logat tidak terlalu kentara dalam bahasa tulis versi terjemahan. Kalau versi aslinya saya kurang tahu, hehe. Di versi terjemahan ini, yang cukup membedakan adalah penggunaan kata “aye” untuk menunjukkan persetujuan atau menggantikan kata “ya” atau “yeah”. Ada juga yang diterjemahkan seperti logat jawa, contohnya kalimat: “ndak bisa make baju ndiri?, yang diucapkan oleh Martha.
Trivia
The Secret Garden pernah difilmkan pada tahun 1993. Pemainnya adalah Kate Maberly (Mary Lennox), Maggie Smith (Mrs. Madlock), John Lynch (Mr. Craven), Andrew Knott (Dickon), Laura Crossley (Martha), Heydon Prowse (Colin), dan Walter Sparrow (Ben Weatherstaff). Di film ini disebutkan kalau orang tua Mary meninggal karena gempa bumi.
Penulis
Frances Hodgson Burnett adalah penulis cerita anak-anak. Pada 1886, ia menerbitkan Little Lord Fauntleroy yang pada awalnya ditujukan unuk anak-anak, tetapi lebih disukai oleh para ibu. Dia dilahirkan di Cheetham, dekat Manchester, Inggris. Frances mulai menulis untuk mengumpulkan uang bagi keluarganya. Ia mulai menulis cerita di suatu majalah pada usia 19 tahun. Pada tahun 1870 ibunya meninggal, dan pada tahun 1872, dia menikah dengan Swan Burnett. Karya-karyanya yang lain adalah Sara Crewe, yang kemudian ditulis ulang dengan judul A Little Princess, The Lady of Quality; The Dawn of Tomorrow, The Lost Prince, The Shuttle, dan The White People.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: